Selamat Datang di Koperasi UPK LEUWISARI Nomor Induk Berusaha:8120012180119 ---DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA---

Thursday, 7 December 2017

CRiSis Moneter



KRISIS MONETER adalah kondisi memburuknya keadaan keuangan suatu negara dalam kurun waktu tertentu yang ditandai dengan merosotnya nilai tukar uang nasional terhadap internasional dan melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok di pasaran dan menurunnya aktifitas perekonomian secara global.
       Penyebab krisis moneter, di antaranya adalah;
  1. Ketergantungan perekonomian suatu negara terhadap hutang / pinjaman luar negeri, hal ini         diakibatkan oleh sektor pendanaan proyek-proyek yang kebanyakan menggunakan dana dalam mata uang asing. 
  2. Ketergantungan perekonomian suatu negara terhadap hutang / pinjaman luar negeri, hal ini diakibatkan oleh sektor pendanaan proyek-proyek yang kebanyakan menggunakan dana dalam mata uang asing. 
  3. Jumlah hutang luar negeri yang sangat besar dan pada umumnya berjangka pendek, hal ini menyebabkan ketidakstabilan ekonomi. 
  4. Kondisi dunia politik yang tidak menentu dan cenderung tidak jelas arahnya akan memperburuk kondisi ekonomi suatu negara dengan sangat signifikan. 
  5. Adanya praktek kapitalisme dalam perekonomian dan terjadinya sistem pemerintahan yang otoriter juga akan memperburuk krisis yang terjadi. 
  6. Lemahnya sektor financial dalam pengadaan modal dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi. 
  7. Pengaruh / imbas dari krisis ekonomi global yang terjadi di beberapa negara tetangga. 
  8. Perkembangan situasi politik dan tidak terjaminnya keamanan di suatu negara juga akan mengakibatkan mundurnya perekonomian.
  9. Peraturan-peraturan pemerintah yang terlalu memberatkan para investor akan mengakibatkan turunnya nilai investasi dan keluarnya para investor asing dengan membawa serta modal mereka dari suatu negara dan menginvestasikannya di negara lain. Hal ini tentu akan berakibat buruk degan terjadinya penutupan banyak perusahaan yang akan berujung pada terjadinya PHK besar-besaran. (sumber : http://www.pengertianmenurutparaahli.net)
Semoga saja CrisMon tersebut tidak terjadi lagi di Negara Indonesia tercinta ini, Ayo kita Cintai Produk-Produk dalam negeri, Tumbuh kembangkan Ekonomi Rakyat dengan Bangga BERKOPERASI.

Sunday, 29 October 2017

Moderenisasi Sistem Aplikasi Koperasi

LEUWISARI –Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Leuwisari di Jalan Sukamaju Desa Jayamukti sudah menggunakan apilkasi dalam melayani anggotanya. Manajer KSP UPK Leuwisari Nanang Ruhimat SKom mengatakan pelayanan berbasis aplikasi itu diberlakukan untuk mempermudah pelayanan baik dalam penarikan ataupaun penyimpanan. “Dengan begini nasabah akan lebih mudah dan lebih cepat terlayani,” kata dia di ruangannya kemarin (27/10).
Menurutnya, pelayanan berbasis aplikasi, selain mempermudah pelayanan juga bisa lebih akurat dalam penghitungan dibandingkan menggunakan manual. “Kalau aplikasi biasanya anggota yang ingin meminjam, menarik dan menyimpan tidak akan antre karena lebih cepat dibandingkan dengan manual,” tuturnya.
Nanang menjelaskan KSP UPK Leuwisari juga menyediakan beberapa produk pinjaman kelompok dan perorangan. Untuk pinjaman kelompok ada yang berdasarkan gender, pertanian, perikanan. “Untuk pinjaman kelompok tani, perikanan itu harus berbadan hukum terkecuali pinjaman kelompok gender (Perempuan, Red),” jelas dia.
Menurutnya, KSP UPK Kecamatan Leuwisari memiliki badan hukum yang berbentuk koperasi. Sehingga memiliki kelebihan merekrut dana dan mengalirkan dana. “UPK Leuwisari ini tidak hanya bisa menyalurkan saja juga bisa menerima pinjaman ataupun simpanan. Mungkin yang lainnya hanya sebatas menyalurkan saja,” papar Nanang.
KSP UPK Leuwisari memiliki produk simpanan yakni simpanan hari raya, pendidikan, kurban dan sukarela. “Itu memiliki waktu pengambilan tertentu, setiap pada momentnya, kecuali simpanan sukarela bisa diambil kapan saja,” ujar dia.
Tambah dia, KSP UPK Leuwisari memiliki anggota sebanyak 1.500 anggota Koperasi khususnya di Kecamatan Leuwisari. “Bahkan anggota itu juga ada dari luar kecamatan,” tandasnya. (ujg)
Link Berita  http://www.radartasikmalaya.com/?p=35914

Friday, 29 September 2017

Sosialisasi Sistem Informasi Koperasi Kab.Tasikmalaya

KSP UPK LEUWISARI. 
Dinas Koperasi Kabupaten Tasikmalaya telah melaksanakan Rapat Sosialisasi Tentang Peningkatan Kualitas Administrasi Koperasi melalui dukungan Sistem Komputerisasi berbasis Web. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 28 September 2017 yang bertempat di Hotel City Tasikmalaya, Sosialisasi tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Tasikmalaya Drs.Rahayu Jamiat Abdullah,S.Sos.,M.Si yang dihadiri oleh 150 perwakilan Koperasi se-Kabupaten Tasikmalaya. Rahayu menegaskan tentang pentingnya penggunaan dan pemanfaatan Teknologi bagi kemajuan Perkoperasian di Kabupaten Tasikmalaya. Karenanya Dinas Koperasi Kabupaten Tasikmalaya sedang membangun Sistem Informasi Koperasi berbasis Web. Sistem Informasi Koperasi tersebut dapat berintegrasi dengan seluruh Koperasi di Kab.Tasikmalaya bahkan langsung dengan Kementerian Koperasi, beliau juga menuturkan bahwa pengerjaan Sistem Informasi tersebut sudah rampung 90% , beliau pun berharap dengan adanya Sistem Informasi Koperasi ini dapat lebih mempermudah pengerjaan laporan baik yang bersifat keuangan maupun kelembagaan, sehingga perkoperasian di Kabupaten Tasikmalaya pada khususnya akan lebih maju lagi. Dalam kesempatan yang sama KABID Koperasi Kabupaten Tasikmalaya Drs.H.Aam Rahmat Selamet,M.Pd yang bertindak sebagai Ketua Tim menyampaikan bahwa untuk penyelesaian Sistem Informasi Koperasi tersebut akan dilakukan finalisasi pada akhir minggu ini kemudian akan ditindak lanjuti dengan Pelatihan penggunaan Sistem tersebut bagi para pengelola Koperasi se-Kabupaten Tasikmalaya yang akan dilaksanakan secara bergelombang dimana gelombang pertama akan dilaksanakan pada tanggal 4 sampai dengan 6 Oktober 2017. Beliau pun sangat berharap agar para pengelola Koperasi sungguh-sungguh dalam mengaflikasikan Sistem Informasi Koperasi tersebut.
sumber :(Nanang Ruhimat,S.Kom) manager KSP UPK Leuwisari.

Sunday, 17 September 2017

Peraturan Perkoperasian Republik Indonesia


PERATURAN TENTANG PERKOPERASIAN REPUBLIK INDONESIA
Undang-Undang
1.    Undang-Undang No.25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian Download !
2.    Undang-Undang No.21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan
3.    Undang-Undang No.20 Tahun 2008 Tentang UMKM
4.    Undang-Undang No.01 Tahun 2013 Tentang Lembaga Keuangan Mikro
5.    Undang-Undang No.10 Tahun 1998 Tentang Perbankkan

Peraturan Pemerintah
1.    PP No.04 Tahun 1994 Tentang Tata Cara Pengesahan Anggaran Dasar
2.    PP No.09 Tahun 1995 Tentang KSP dan USP Koperasi
3.    PP No.17 Tahun 1998 Tentang Tatacara Pembubaran Koperasi
4.    PP No.33 Tahun 1998 Tentang Modal Penyertaan
5.    PP No.44 Tahun 1997 Tentang Kemitraan

Permen KUKM
1.    Permen KUKM No.10 Tahun 2015 Tentang Kelembagaan Koperasi Download !
2.    Permen KUKM No.11 Tahun 2015 Tentang Pemupukan Modal Penyertaan
3.    Permen KUKM No.12 Tahun 2015 Tentang  Pedoman Akuntansi Koperasi Sektor Riil
4.    Permen KUKM No.13 Tahun 2015 Tentang Akuntansi USP oleh Koperasi
5.    Permen KUKM No.14 Tahun 2015 Tentang Pedoman Akuntansi USPPS
6.    Permen KUKM No.15 Tahun 2015 Tentang Pelaksanaan USP oleh Koperasi
7.    Permen KUKM No.16 Tahun 2015 Tentang Pelaksanaan Kegiatan USPPS
8.    Permen KUKM No.17 Tahun 2015 Tentang Pengawasan Koperasi
9.    Permen KUKM No.18 Tahun 2015 Tentang Pedoman Diklat Bagi SDM Koperasi
10.  Permen KUKM No.19 Tahun 2015 Tentang Rapat Anggota Tahunan
11.  Permen KUKM No.20 Tahun 2015 Tentang Penerapan Akuntabilitas
12.  Permen KUKM No.21 Tahun 2015 Tentang Pemeringkatan Koperasi
13.  Permen KUKM No.22 Tahun 2015 Tentang KSB
14.  Permen KUKM No.23 Tahun 2015 Tentang Penilaian IPK
15.  Permen KUKM No.24 Tahun 2015 Tentang NSPK Inkubator
16.  Permen KUKM No.25 Tahun 2015 Tentang Revitalisasi Koperasi

Peraturan DEPUTI 
1.   Peraturan Deputi No.06 Tahun 2016 Tentang Penilaian Kesehatan Koperasi Download !

Thursday, 3 August 2017

HUT KOPERASI TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT


Poto Bersama pada HUT Koperasi ke-70 se-Jawa Barat Tampak Kanan Nanang R,S.Kom bersama H.Rudy Bilah Dinas Koperasi Provinsi Jawa Barat 21 Juli 2017 






















KSP UPK LEUWISARI telah mengikuti acara Hari Ulang Tahun Koperasi Indonesia ke-70 tingkat Profinsi Jawa Barat yang diselenggarakan pada  tanggal 21 s/d 23 Juli 2017, bertempat di Lapangan Pandapa Paramarta Kabupaten Kuningan, acara HUT Koperasi yang ke-70 tersebut dihadiri oleh 27 Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat, 

Kabupaten Tasikmalaya sendiri mengirimkan lebih dari 50 orang perwakilan diantaranya turut hadir yaitu FORKOM KSP UPK DAPM se-Kabupaten Tasikmalaya ( KSP UPK Leuwisari, KSP UPK Singaparna, KSP BBS Sukaraja dan KSP Mangunreja) acara HUT Koperasi ke-70 tersebut dibuka oleh Gubernur Jawa Barat (H. Ahmad Heryawan) beliau menegaskan bahwa “ Momentum Koreksi Untuk Majukan Koperasi” khususnya di Jawa Barat. 

Senada dengan pernyataan Gubernur Jawa Barat tersebut, Nanang Ruhimat,S.Kom  ( Manager KSP UPK Leuwisari) menuturkan bahwa kami Siap untuk maju lebih jauh kedepan dalam menggiatkan perkoperasian khususnya dibidang Ekonomi Kerakyatan di Kecamatan Leuwisari, Kita harus siap dan mampuh survive di ekosistem busnis dengan Lembaga Keuangan lainnya terlebih bahwa Koperasi merupakan Soko Guru Perekonomian Bangsa Indonesia “ Kami Bangga Berkoperasi”.

sumber : Na2nK.rht  

Thursday, 27 July 2017

BIMTEK KESEHATAN KOPERASI

Poto bersama Peserta BIMTEK dan Narasumber dari IKOPIN Bandung
KSP UPK LEUWISARI. Dinas Koperasi Kabupaten Tasikmalaya telah mengadakan Bimbingan Teknis Penilaian Tingkat Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam yang bekerjasama dengan IKOPIN Bandung. Bimtek ini diikuti oleh 50 Koperasi se-Kabupaten Tasikmalaya pada hari Kamis tanggal 27 Juli 2017 yang bertempat di Gedung PKPRI Kabupaten Tasikmalaya, acara dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Tasikmalaya Drs.Rahayu Jamiat Abdullah,S.Sos.,M.Si beliau menuturkan bahwa Koperasi kedepan harus lebih bisa bersaing dengan Lembaga Keuangan lainnya baik dari segi pelayanan maupun pengelolaan keuangan, artinya " Koperasi harus mampu berinovasi dan keratif  " mengikuti perkembangan zaman terlebih Koperasi harus bisa bertahan dan lebih mengembangkan sayapnya agar bisa survive dikancah ekosistem Bisnis. beliau juga mnyampaikan maksud dari Bimtek ini adalah agar Koperasi dapat mengukur tingkat kesehatannya sendiri sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan agar pengelolaan Koperasi berjalan dengan Transfaran, Akuntabel dan pada akhirnya  Kepercayaan masyarakat terhadap Koperasi terus meningkat. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh para Narasumber baik itu dari Dinas Koperindag Kabupaten Tasikmalaya maupun dari IKOPIN ( Dr.Rima E Dasuki.,SE.,MSC dan Dra.Hj.Rosty Setiawati.,MSI)  
Sumber (Nanang Ruhimat,S.Kom) Manger KSP UPK Leuwisari.

Untuk mendapatkan Materi Bimtek silahkan Download disini !!!
File Materi BIMTEK KOPERASI

Monday, 17 July 2017

Geger Bupati Tasikmalaya mendapat Penghargaan Bakti Koperasi

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum (kanan) menerima penghargaan Bakti Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dari Menteri Koperasi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Makassar, Selasa (11/7/2017)
Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum (kanan) menerima penghargaan Bakti Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dari Menteri Koperasi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Makassar, Selasa (11/7/2017)

KSP UPK LEUWISARI--Bupati Kabupaten Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum kembali raih penghargaan tingkat nasional. Kali ini, Uu menerima penghargaan di bidang koperasi.
Adapun yang diraih adalah penghargaan Bakti Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dari Menteri Koperasi  dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Makassar, Selasa (11/7/2017).

Uu mengatakan keberhasilan ini dicapai karena dirinya berperan aktif dalam menyukseskan pembinaan dan pengembangan koperasi, usaha kecil, serta menengah. Seperti bumdes yang legalitasnya koperasi.

"Lalu, lahirnya koperasi pesantren -pesantren dan eksisnya UKM-UKM Serta bertransformasinya beberapa Unit Pengelola Kegiatan (UPK) DAPM ( X-PNPM-MPd) " UPK Singaparna,UPK Leuwisari, UPK Sukaraja dan UPK Mangunreja) ke Koperasi yang ada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Dibuktikan dengan meningkatnya asset Koperasi dan daya beli masyarakat,

Ia menuturkan dengan capaian ini masyarakat harus semakin menyadari perlunya ilmu bisnis dan manajemen.
Di samping itu, perlunya jaringan bisnis yang kuat alias bahu-membahu dengan pengusaha yang lainya agar bisa saling mengisi.

"Jangan memiliki jiwa konsumtif kalau perusahaanya belum bonafit. Lalu, harus memiliki keberanian dalam berinvestasi," paparnya.

Uu mengharapkan ke depan pengurus koperasi jangan hanya menggunakan sektor simpan pinjam dalam mengembangkan perusahaan karena rawan macet. Tapi harus memperbesar investasinya dalam bidang sektor riil.

"Penghargaan ini sebetulnya untuk seluruh jajaran aparatur Pemkab Tasikmalaya dan Seluruh Pelaku Koperasi Se-Kabupaten Tasikmalaya. Karena tanpa mereka program kerja gerbang desa di Kabupaten Tasikmalaya tidak akan berjalan dan tentunya penghargaan ini pun tidak akan didapat," ucapnya.
Sumber berita (Fajar Sukma) http//:Ayotasik.com 17/7/2017


Friday, 7 April 2017

LAPORAN KEUANGAN KSP UPK LEUWISARI TAHUN BUKU 2017

LAPBUL TRIWULAN KE-1 2017
LAPBUL TRIWULAN KE-2 2017

Format Laporan Keragaan Koperasi

Laporan Keragaan Koperasi terdiri dari Rangkuman Informasi baik dari segi Organisasi/Kelembagaan Koperasi, Data Anggota, dan Neraca Keuangan Koperasi yang dibuat oleh Pengurus Koperasi.
Laporan Keragaan ini ada baiknya dibuat secara berkala oleh Pengurus/Pengelola Koperasi baik secara bulanan, Triwulan dan Tahunan.
Dengan Laporan Keragaan Koperasi saja anggota dan pihak yang membutuhkan informasi akan dapat melihat kondisi/keadaan Koperasinya.
Downloads:

Monday, 6 March 2017

Ekosistem



Ekosistem bisnis adalah sebuah kiprah perusahaan untuk bersaing menjadi yang terbaik. Dalam ekosistem bisnis perusahaan harus melakukan banyak perubahaan dalam perubahaan internal dan perubahaan eksternal. Ekosistem adalah sebuah lingkungan yang terdiri banyak sekali persaingan untuk bertahan. Kita bisa melihat apa yang dijelaskan oleh Charles Darwin mengenai kemampuan untuk bertahan untuk hidup. Dalam ekosistem bisnis perusahaan harus berani mengambil langkah-langkah baru dan top management harus berani menentukan dan mengambil keputusan-keputusan penting dalam menciptakan perubahan. Tidak semua perusahaan sukses dalam bersaing di ekosistem bisnis tetapi banyak juga perusahaan yang sukses dalam ekosistem bisnis.

Saat ini perubahan yang besar harus dilakukan di banyak organisasi perusahaan. Organisasi perusahaan harus bekerja dengan cepat melihat visi di masa mendatang dan fokus kepada pengembangan sumber daya yang dimiliki. Dunia global yang sudah saling terintegrasi menyebabkan banyak sekali perubahan dalam dunia ini, seperti bagaimana kita memilih pegawai, memanfaatkan jaringan teknologi informasi kecepatan tinggi, membuat strategi baru, menciptakan branding yang lebih kuat, mengantisipasi masa depan. Untuk mewujudkan itu semua membutuhkan sumber daya yang maksimal dan harus memiliki sumber daya manusia yang mempunyai potensi untuk berkembang kea rah yang lebih maju.

Dalam eksositem bisnis kita bisa melihat berbagai macam aneka ragam industri yang saling berhubungan satu sama lain. Microsoft adalah salah satu perusahaan yang menciptakan ekosistem bisnis tersebut, Microsoft menciptakan ekosistem bisnis dalam empat hal:
1.      Personal Computer
2.      Consumer Electronic.
3.      Information
4.      Communication.

Ekosistem bisnis Microsoft juga menyangkut jaringan pemasok yang luas, seperti Intel Corporation untuk menciptakan prosesor dalam mendukung kinerja program Windows dan juga perusahaan-perusahaan kompuetr sesperti Samsung, Dell, Hawlett-Packard, Asus dll. Microsoft sebagai pembuat piranti lunak mempunyai jangkuan pasar lintas batas dalam industri, pemakai produk Microsoft berasal dari berbagai perusahaan.

Dalam ekosistem bisnis satu perusahaan dengan perusahaan lain saling berhubungan tetapi juga berkompetisi untuk mendapatkan kepercayaan dan kredibilitas. Pengembangan teknologi baru untuk meningkatkan kinerja perusahaan terus dilakukan. Intel bukan hanya menjadi rekan Microsoft saja, tetapi menjual chip prosesor ke banyak perusahaan seperti Samsung, Dell, Acer, Lenovo, Hawlett-Packard. Intel menggunakan brandingnya sebagai pembuat chip proseor yang paling inovatif dengan slogal Intel Inside, sementara peasingnya AMD menawarkan teknologi kepada pengguna komputer yang lebih banyak bekerja dalam industri desain grafis dan gaming dan juga bersaing dengan Apple Computer. Perusahaan AirBus dan juga Boeing menciptakan ekosistem bisnis dari partner mereka untuk memasok komponen pembuatan pesawat dan bersaing untuk mendapatkan pemasok yang menawarkan karena mempunyai standar teknologi yang lebih tinggi untuk menciptakan produk-produk pesawat dimasa mendatang.

Dalam ekosistem bisnis perusahaan dituntut untuk melakukan inovasi terus karena pasar bersifat dinamis dan terus bergerak untuk menciptakan model-model bisnis yang baru. Contoh Nintendo dan Blackberry telah gagal mempertahankan ekosistem bisnis mereka, mereka ditinggal oleh perusahaan-perusahaan yang menjalin kerjasama dengan mereka, karena perusahaan-perusahaan yang menjalin kerjasama melihat kedua perusahaan ini terlambat dalam melakukan inovasi produk dan gagal melihat arah pasar. Perusahaan partner mereka tidak mau menjalin kerjasama lagi karena akan menciptakan kerugian yang besar, bahkan kedua perusahaan ini telah ditinggal oleh perusahaan partner mereka. Saat ini perusahaan partner Nintendo banyak yang lebih berkosentrasi dalam pengembangan game untuk PC, X Box One, Sony Playstation.

(sumber : https://pt.slideshare.net/SeptoIndarto1/ekosistem-bisnis-41591067)

PELATIHAN KOPERASI SE-KABUPATEN TASIKMALAYA 4 MARET 2017

Foto Bersama 10 Perwakilan Koperasi
DEKOINDA TSM dan DEKOPINWIL JABAR

Pelatihan Perkoperasian se-Kabupaten Tasikmalaya ini digelar pada hari Sabtu tanggal 4 Maret 2017 di Hotel Mangkubumi, dengan Tema : " ADOPSI EKOSISTEM BISNIS INKLUSIF BAGI KOPERASI DAN UMKM DIJAWA BARAT MENUJU PERTUMBUHAN EKONOMI YANG ADIL DAN MERATA "

Pelatihan Koperasi ini diinisiasi oleh DEKOPINDA Kabupaten Tasikmalaya yang bekerjasama dengan DEKOPINWIL Provinsi Jawa Barat dan Sekolah Bisnis dan Manajeman Institut Teknologi Bandung (SBMITB).

Foto Bersama SKPD,DEKOPINDA TSM
dan DEKOPINWIL JABAR
Pelatihan Koperasi ini turut dihadiri oleh unsur SKPD antaralain ; DISKOPERINDAG Kab.TASIKMALAYA, BAPEDA Kab.Tasikmalaya dan usnsur kelembagaan dari DEKOPINDA Kab.Tasikmalaya serta DEKOPINWIL Provinsi Jawa Barat.
Acara dumulai pada pukul 8 WIB sampai dengan jam 17 WIB, acara dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi Kab.Tasikmalaya Bpk.H. Rahayu,M.Si menuturkan bahwa " Saatnya Koperai Kab.Tasikmalaya bangkit dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman modern seperti saat sekarang ini, perkuat kelembagaan dan seluruh Sumberdaya yang ada " KADIS KOPERINDAG pun menyatakan kesiapannya untuk terus membina Koperasi di Tasikmalaya pada khususnya.

Acara Pelatihan ini dihadiri oleh 100 Koperasi se-Kabupaten Tasikmalaya yang terdiri dari Koperasi DAP Kab.Tasikmalaya ( KSP UPK LEUWISARI, KSP UPK SINGAPARNA), Koperasi Guru, KUD, KUT, dll

Dalam kesempatan yang sama Ketua DEKOPINWIL Provinsi Jawa Barat pun menyampaikan harapan dan cita-citanya untuk terus mendukung pergerakan Koperasi di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Tasikmalaya dengan menggulirkan beberapa Program Unggulan yang telah dibuat oleh DEKOPINWIL Provinsi Jawa Barat dan dikerjasamakan dengan Sekolah Bisnis dan Manajamen ITB.

Sebagai Unsur Narasumber antara lain :
1. DINAS KOPERASI Kab.Tasikmalaya (Drs. H. Rahayu, M.Si)
2. DEKOPINWIL Prov.Jawa Barat ( Drs.H.Mustopa Djamaludin,M.Si )
3. DEKOPINDA Kab.Tasikmalaya (H.Dadan Suhandana,SE)
3. SBMITB ( Dr.Ir.Mustika Sufiati Purwanegara,MSc)
4. SBMITB (Reinaldy Agung,S.IKom)
5. SBMITB (Winda Nur Andita Sari,S.T)
Suported by SBMITB